Breaking News
Home / MOTIFASI / MLM IS OK !!

MLM IS OK !!

MLM KITA

MLM KITA…??? 

Tadi ketemu orang, dia nanya, “Bisnis apa..?”

Saya jawab, “Bisnis MLM.”

Terus dia bilang, “Oh, bisnis yang nyari-nyari orang itu, ya. Aku ngga suka.”

“Iya. Betul, bisnis nyari-nyari orang.”
Terus saya tanya balik, “Mbak usaha apa?”

Dia jawab, “Aku usaha jualan baju keliling, mbak.”

“Oh, jualan yang nyari-nyari orang itu, ya? Kan mb keliling cari orang jg buat beli baju mb”

Kemudian dia senyum-senyum malu.

Setahu saya, namanya bisnis itu, ya, nyari orang, masa nyari yang lain apalagi nyari kenangan mantan.

Kalau tidak nyari orang, trus siapa yang mau beli produk kita..?

Banyak orang yang salah paham sama bisnis MLM, banyak yang negatif sama bisnis MLM itu karena ulah oknum yang mengaku menjalani bisnis MLM, padahal sebenarnya MONEY GAME. Atau ada oknum yang memiliki sikap kurang baik saat menjalankan MLM. Dan, banyak MLM abal-abal di luar sana yang produknya dibuat asal-asalan dengan harga tidak wajar, sehingga merugikan konsumen.

Masyarakat berpikir kalau MLM adalah iming-iming impian, cita-cita yang muluk-muluk, tapi mereka tidak tahu bahwa bisnis MLM itu membangun jaringan pemasaran produk secara berkelompok dan massal. Setiap kelompok ini menciptakan omset yang terdiri dari pemakai produk, penjualan dan perekrut. Kalau saja orang mau terbuka dan mempelajari dengan seksama industri MLM di Indonesia dan dunia, ada jutaan hingga milyaran produk terjual di sebuah jaringan bisnis MLM.

Saya punya teman yang omset penjualan produk di jaringannya bisa sampai 1 Milyar rupiah perbulan. Bayangkan, kalau dia sendirian harus jualan produk senilai 1 Milyar rupiah, setiap bulannya, bisa-bisa bulan depan dia diopname dengan infusan segede galon.

Tapi, dengan jaringan penjualan massal yang sering disebut MLM, omset 1 Milyar rupiah bisa dikejar beramai-ramai. Kalau dia dapat persentase 4% saja dari penjualan produk itu, maka keuntungan yang dia dapat, Rp 1.000.000.000 x 4% = Rp 40.000.000,-

Coba bayangkan, kalau si mbak yang jualan baju tadi bangun jaringan 2.000 orang penjual baju. Masing-masing penjual baju memiliki keuntungan Rp 5.000.000 sebulan. Dia dapat persentase keuntungan cuma 4% saja dari Rp 5.000.000. Itu berarti 2.000 x Rp 5.000.000 x 4% = Rp 400.000.000 per bulan.

Kasus yang sama untuk bisnis PayTren, mau pilih mana? Dapet 1700 dengan modal puluhan bahkan ratusan juta, harus melihara konter , bayar karyawan dll, atau modal ratusan ribu dapat 50 perak (cashback) berulang2 seumur-umur dan berkali2 tanpa ribet dari semua “konter ajaib” / mitra2 bisnis PayTren

Kenapa mbak penjual baju tadi tidak punya banyak jaringan penjual baju, karena untuk membuat 1 unit kendaraan (motor) baju keliling saja butuh modal yang besar, apalagi membuat ribuan. Belum lagi harus rekrut dan ngajak-ngajak orang untuk kerjasama adalah sebuah hal yang sulit.

Bagi orang yang sedang menggeluti bisnis online, pasti mereka menyadari bahwa berjualan sendirian tidak bisa memperbesar omset. Itulah kenapa saat ini banyak para pebisnis online berlomba-lomba untuk mencari reseller dan dropshipper sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak reseller dan dropshipper, maka semakin besar juga omset yang mereka dapatkan. Jika omset besar, maka keuntungan yang diraih pun besar. Kalau dicermati secara dalam, ya, mereka sama saja seperti MLM, nyari-nyari orang untuk jadi reseller dan dropshipper. Hanya mungkin bedanya mereka terkesan lebih keren.

Di MLM kenapa bisa tercipta jaringan penjual dan pemakai produk hingga ribuan bahkan jutaan orang, karena modalnya kecil. Jauh lebih murah dari membuat unit penjual baju apalagi buka toko. Modalnya paling hanya ratusan ribu. Sisanya, hanya belanja produk. Kalau produknya dipakai, badan bisa sehat. Kalau produk dijual kita bisa dapat untung. Simple. Bisa dibilang bisnis tanpa risiko. Tanpa stres mikirin kerjaan atau pusing mikirin omset toko turun. Selain itu bisnis MLM bisa menghasilkan omset ratusan juta, Bahkan miliaran penghasilan tak terhingga, bisa keluar negeri juga keluar kota membangun jaringan, bahkan bisa keluar negeri gratisan.

Intinya, MLM itu bukan jualan mimpi, tapi jualan produk. Inget ya, JUALAN produk! MLM itu bisnis membangun jaringan dan penjual produk. MLM itu bukan Money Game yang nyetor uang tapi tidak ada produknya, habis itu perusahaannya bubar, dan pemiliknya dibui, membernya kehilangan uang ratusan juta. Bulan depannya perusahaannya ganti nama dan lokasi, produknya berganti. Gitu saja terus sampai jastin biber bikin album keroncong, dangdut .

Jadi, hati-hati sama iming-iming perusahaan Money Game. Tidak ada kesuksesan diraih dengan cara sangat instan, guys…

Memang tidak semua orang cocok sama bisnis MLM. Orang yang cocok dengan MLM adalah orang yang suka dengan kebebasan (independen), orang yang punya keinginan kuat untuk mandiri, orang yang mau menggali potensi diri, orang yang tidak suka diperintah-perintah sama bos, orang yang tidak suka rutinitas kerja, orang yang sudah bosan pergi pagi – pulang malam, orang yang sudah bosan bekerja dengan orang lain. Orang yang lelah dengan kesibukan bekerja hingga hampir tak punya waktu berkumpul dengan keluarganya. Orang yang ingin punya usaha sendiri, tapi tidak punya SKILL dan MODAL BESAR.

Dan yang pasti, orang yang paling cocok dengan bisnis MLM adalah orang yang TANGGUH, TIDAK GENGSIAN, TIDAK BAPERAN dan berani berjuang untuk membahagiakan keluarganya .

Have a Great Day Paytreners
Happy PayTren

Salam Perubahan